Senin, 26 Agustus 2013

Breaking News Mesir : Sniper Bertebaran Di Sekitar Medan Rab’ah



Pasukan keselamatan dan tentera Mesir, meletakkan sniper mereka di sekitar Medan Rab'ah El Adaweyah.

Sniper menembak peluru tajam ke arah pro Mursi di sekitar kedai markito di Nuzhah Street.

Kelihatan pesawat tentera terbang di atas langit-langit Rab'ah ketika para sniper melepaskan tembakan ke arah pendemo.

Selain itu, pasukan keselamatan dan tentera Mesir melarang kereta ambulan untuk mengangkut demonstran yang terluka.
(rassd / Zhd)

Detik-detik Pembantaian Demonstran Rab'ah, 14 Agustus 2013



By: Nandang Burhanudin
*****

Keterangan Khalid NourEldeen, saksi mata dan peserta demonstran di Rab'ah

1. Serangan di Rab'ah terjadi pukul 6.30 waktu Kairo. Dimulai dari jalan Anwar Al-Mufti, belakang Tiba Mall.

2. Jalan dipenuhi tank-tank baja miliki militer.

3. 5 Menit setelah itu, mobil baracuda milik polisi berdatangan berkumpul di belakang karung-karung pelindung pasir di jalan ANwar Al-Mufti.

4. Demonstran berkumpul dan berlindung di balik-balik karung pasir, sambil meneriakkan; "Damai .. damai ..wahai polisi dan militer!"

5. 6.45 serangan itu dimulai, dengan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

6. Demonstran mundur ke sekitar Puskesmas Rab'ah Al-Adawiyyah, sebagian lari berpencar.

7. Pasukan khusus militer berada di belakang polisi, menjadi back up dengan senjata-senjata yang siap tempur.

8. Jam 7, tembakan pertama mengenai seorang syahid.

9. Hingga kini serangan itu terus berlangsung (13:36 WIB) ke arah demonstran

Saya yakin, tak ada suara yang suara demonstran melawan kezhaliman militer dan polisi lebih tinggi daripada suara senjata!


Sementara, Aljazeera menghintung korban syahid, sekitar 77 syahid.

------
*Terkini korban wafat mencapai 450 orang

Kucium Bau Syurga



Pembunuhan tentera Mesir terhadap rakyatnya menyebabkan korban berjatuhan hingga ribuan jiwa. dari pelbagai maklumat yang diperoleh, jumlah korban tewas hingga mencapai 5.000 jiwa dan luka-luka mencapai 25,000 jiwa. Semua itu berlaku dalam masa 12 jam.

Salah satu korban meninggal dunia adalah Doktor Abdurrahman Eldeeb yang bertugas sebagai pasukan perubatan di Rab'ah. Abdurrahman Eldeed adalah salah satu sukarelawan yang selalu hadir menangani para korban pembunuhan yang dilakukan tentera Mesir terhadap rakyatnya. Ia seringkali mengupdate keadaan terkini tentang apa yang terjadi di medan Rab'ah lewan akaun Facebooknya.

Bahkan sebelum kepergiannya untuk selamanya, ia sempat mengkhabarkan keadaan Mesir melalui akaun FB nya. "... dipukul dan mesingan dan gas air mata. Pesawat berputar di atas lapangan. Para pejuang syahid. Ratusan terluka. Sesungguhnya (semua) kepunyaan Allah dan kepadanya kami kembali. Genosid (pembunuhan besar-besaran) bermula. Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar "setelah mengkhabarkan keadaan Mesir, ia kemudian membuat status di Facebooknya" Kucium Bau Syurga "dan dua jam selepas itu, ia syahid ditembak oleh penembak tepat.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu ..

Selamat jalan syuhada,,,

Wartawan Antarabangsa Ikut Menjadi Sasaran Kekejaman Tentera Mesir


Pejabat berita Sky News Inggeris menegaskan telah kehilangan seorang wartawannya pada pembunuhan yang terjadi di Medan Rab'ah Adaweyah, rabu pagi.

Mick Deane meninggal akibat terkena serangan peluru tajam pasukan keselamatan dan tentera Mesir, ia terluka dibahagian kepala pada saat meliput pembunuhan yang terjadi di Medan Rab'ah.

Deane telah berkerja di pejabat berita Sky News sejak 15 tahun lalu, sebelum ia pernah di tugaskan di Washington dan Jerussalem.
(rassd / Zhd)

Pendukung Mursi Dibantai, Ditembak, Dibakar, dan Dilindas Kendaraan Berat



Pihak keamanan Mesir hari Rabu, (14/08/2013) kembali melancarkan serangan kepada para pendukung mantan Presiden Mesir terguling Mohammad Mursy, di lapangan Rabiah al-Adawiyah dan lapangan al-Nahdhah.

Serangan ini dilakukan sebagai upaya pembubaran masa pro Mursy yang tetap mempertahankan tuntutannya agar Mursy kembali menjadi presiden.

Al-Jazera Misr Mubaser, situs TV Aljazeera melalui streaming merekam bagaimana salah seorang pihak keamanan menembaki para demonstran dari atap sebuah gedung dengan senjata api. Serangan ini dimulai pada pukul 7 pagi hari atau sekitar pukul 12 WIB.

Reuters menulis, pasukan keamanan telah memblokir semua akses lapangan an-Nahdha, tempat berlangsungnya protes pro Mursy. Tayangan televisi menunjukkan anggota pasukan keamanan mencari tenda-tenda di kamp.

Korban masih simpang siur. Media-media Barat menyebut korban tewas belasan, namun TV Aljazeera mengutip pihak rumah sakit di lapangan Rabi’ah saat ini korban jiwa telah mencapai lebih dari 120 orang, dan sekitar 5000 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, menurut pernyataan dari panggung Rabi’atul Adawiyah, hingga pukul 17.00 WIB, korban meninggal telah mencapai 800 orang.

Para korban dibantai dengan cara-cara yang sadis. Kebanyakan korban meninggal karena ditembak oleh sniper yang berada di atas gedung sekitar lokasi unjukrasa dan helikopter.

Selain itu, militer menghancurkan kemah-kemah pengunjukrasa dengan membakarnya hingga mayat-mayat demonstran yang belum dievakuasi ikut terbakar.

Dilaporkan juga wanita dan anak-anak ikut menjadi korban kebutralan rezim kudeta Mesir. Di antaranya seorang bayi yang meninggal akibat sesak nafas oleh serangan gas air mata tentara dan polisi Mesir. Selain itu, seorang ibu dan bayinya terlindas kendaraan berat yang digunakan untuk merubuhkan kemah-kemah pengunjukrasa.

Sementara itu, pihak Kementerian Dalam Negeri menyataka bahwa polisi tidak menggunakan senjata tajam dan hanya menembakkan gas air mata.

http://news.fimadani.com/read/2013/08/14/pendukung-mursi-dibantai-ditembak-dibakar-dan-dilindas-kendaraan-berat/

As-sisi Haus Darah, 2.200 Warga Mesir dibunuh Dalam 8 Jam



Jumlah korban pembunuhan penunjuk perasaan yang dilakukan tentera Mesir dibawah kendali jendral Assisi hari ini terus bertambah.

TV Al-Ahrar melaporkan, korban tewas (syahid, insya Allah) telah mencapai 2.200 orang. Sedangkan yang terluka telah melampaui 10,000 orang.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad El-Haddad mengatakan, ribuan orang meninggal dalam 8 jam selepas pasukan keselamatan Mesir memulakan operasi pembersihan demonstran pro Presiden Muhammad Mursi yang telah berkhemah di jalan-jalan Kaherah sejak presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan oleh rejim tentera bulan lalu.

"Dalam 8 jam, sudah terjadi pembunuhan beramai-ramai. Tak ada satupun orang yang mampu menghentikan pembunuhan ini, baik di Mesir mahupun di dunia. Lebih daripada 2,200 orang syahid dan 10,000 lain luka-luka. Biarkan dunia menyaksikannya! "Kata Gehad El-Haddad, melalui akaun twitter-nya yang terpantau sekira pukul 18.50 WIB, Rabu (14/8).

"Ini bukan usaha untuk membubarkan, tapi usaha berdarah untuk menghancurkan semua suara pembangkang menentang rampasan kuasa tentera," katanya.

Seperti yang dilaporkan sebelum ini, dalam usahanya membubarkan demonstrasi di Rabiah Adawiyah, tentera membantai demonstran dengan tembakan gas pemedih mata dan peluru tajam, menempatkan sejumlah snipper (penembak tepat) di atas bangunan untuk menembak demonstran, hingga menggunakan helikopter.

Selain membantai demonstran di Rabiah Adawiyah, tentera juga membubarkan demonstrasi di Nahdlah dan membakar hidup-hidup demonstran yang berlangsung di sana.

Jumat, 07 Juni 2013