Senin, 22 Oktober 2012

pamb



Memori kemarin yang masih ada dibinder waktu PAMB fakultas
Totalitas Perjuangan

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan,

Kepada pewaris peradapan
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Dilembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Minggu, 21 Oktober 2012

FKM A 2012 Mulawarman University



Sekarang sudah masuk tahun ajaran baru. Kini saya berstatus mahasisiwi. Alhamdulillah, Allah masih memberi saya nikmat untuk menjadi seorang mahasiswi. Tak lupa ucapan syukron pada ummi dan abi yang telah mengantarkan saya sampai ke jenjang ini. Banyak perilaku yang harus diubah dari siswa menjadi mahasiswa. Dan saya sadar saya harus segera beradaptasi.

                Emmm,suasana baru di tahun baru. Saya masuk kelas A fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Teman-teman baru yang asyik dan dari berbagai kultur.
Ketua Tingkat terpilih ada Denik Sepdiyanto. Semoga dia bisa menjadi kating yang amanah dan bertanggung jawab, tegas berwibawa...

Kalau pasukannya banyak ... ada,
Andry Rachmadani, Hesti Rahayu, Nurma Liya Zunnu, Desy Ambar K, Syaripah, Amalia Mumtaza, Gaa Tiffany PD, Chandra Gustia, Dian Permata Sari, Ayu Anggreny, Oktabiyani, Erin Nurhasanah, Sitohang Raphita, Hanifah Yunita, Mey Fita Sari S, Elsa Malinda, Randi, Sarwindah, Risaldi, Marwani Kurnia, Ersa Novianti, Yunika Aulia Nura, Muhammad Rizky P, Eva Rosmiati Sari, Heriga Susilo, Ani, Rini Nur Hidayah, Tria Marina R, Amaliah Aisyah Rakhim, Robiatul Adawiyah, Dara Sucia Iskandar, Selmia Gusni Bulan, Lia Jeni Artha S, Desy Anggraeni, Hardianti, Fitriyana , Dian Kumala P, Vina Rizki Wartina, Herdita Rahmadianingtyas, Anang Rizky, Irma Dessy Anggaraini, Tendry Salenussa, Tisnawati, Titis Baktiningtyas. Afwan bila ada yang belum saya sebutkan namanya hhe.

Resmilah kami menjadi bagian dari keluarga besar FKM UNMUL, semoga semua dari kita dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah dalam mengemban tanggung jawab kita tidak sekedar menjadi mahasiswa tapi sebagai pemimpin dan generasi emas penerus bangsa.


Go..go..go
Agent of change, control social, and iron stock ada ditangan kita kawan.
Semoga kita semua bisa mengubah bangsa menjadi lebih baik..aamiin..

Sabtu, 20 Oktober 2012

funny :D



Assalamu’alaikum wr.wb
 Kemarin, tanggal 20 Oktober 2012 ada kejadian lucu yang buat saya ngakak sampai sekarang. Hanya sekedar bercerita atau curcol. Mungkin bisa diambil ibrohnya. Hhe...

                Pagi itu hujan gerimis mengguyur ditempat saya berada. Awalnya hujan itu deras, namun lambat laun menjadi gerimis. Gerimis yang lebat. Saat itu saya dan kawan-kawan ada agenda untuk mengikuti senam jantung sehat yang diadakan oleh fakultas. Namun karena saya tidak ada kendaraan, jadi saya harus nebeng dengan teman. Dan acara dimulai pada pukul 07.00. ketika itu masih hujan gerimis. Dan saya menghubungi teman yang saya tebengi. Oh..kasihan sekali, rupanya ia sakit perut. Alhasil, saya juga harus menunggu gerimis reda dan dia sembuh dari sakit perutnya.

                Jam menunjukkan pukul 08.15. kami belum berangkat. Tak berapa lama, teman saya menghubungi. Jadilah saya jalan kaki menuju gerbang menunggunya. Pukul menunjukkan 08.30. kami ragu untuk meneruskan perjalanan menuju kampus. Karena kami tahu kalau kami sudah sangat-sangat terlambat. Dengan wajah malu-malu kami memasuki area senam ( wajah tak berdosa ). Tiba-tiba...
“ silahkan dek, taruh tasnya dulu. Ambil barisan yang didepan ya !” kata kakak panitia dengan senyumnya.
Kami meletakkan tas kami dekat pohon. Lalu menuju ke barisan. Teman saya tidak mau mengambil di barisan depan. Jadi saya yang terpaksa ke barisan paling depan. Tanpa menggubris apapun saya langsung senam dibarisan depan. Suatu saat saya melihat kebelakang ,mengapa teman-teman semua melihat kearah saya dengan wajah yang aneh. Tapi saya juga tidak menggubrisnya, tetap saja senam. Begitu juga dengan kakak yang ada disamping saya. Ia melihat saya dengan mimik yang aneh. Oh...it’s no prob... saya tetap menikmati senam saya walau saya tak mengerti gerakannya. Lalu saya melihat kebelakang lagi, semua sama seperti tadi. Mereka semua melihat saya dengan wajah yang aneh. Saya melihat teman saya yang satu barisan dengan saya. Ia menyisakan satu area kosong dibelakang saya. Saya pikir, daripada diliatin aneh kayak gitu mending mundur ke belakang. Jadilah saya mundur kebelakang.

                Sehabis senam saya dan kawan-kawan yang mengikuti Dauroh Mar’atus Shalehah minta diri. Setelah itu di perjalanan menuju kosan teman saya, saya berpikir. Mengapa mereka semua melihat saya dengan wajah aneh seperti itu. Oppsss... saya baru tersadar ternyata tempat yang saya pijaki saat senam itu adalah tempat untuk instruktur senamnya. Wahahaha... pantesan. Mungkin dibenak mereka. “ ini instruktur kok gerakannya aneh bin ajaib ??? ##@#$$%%* “. Ouch.... malunya minta ampun. Kalau sama teman sekelas aja sih nggak papa. Ini sama angkatan 2010 sampai 2012. Ffufu... ternyata tadi itu juga ada kakak-kakak yang mancing saya, supaya saya sadar kalau itu tempat untuk instrukturnya. Mungkin dia gak enak kalau ngomong saya salah tempat.
“ ini yang kamu pelajari kemarin ya, instruktur...” katanya
“iyaa...”
Ehh...eh...sudah dipancing-pancing masih nggak sadar. Wahaha... dengan wajah tanpa dosa langsung maju ke barisan depan. Lucu sekali. Dua jempol untuk anda. Alhamdulillahnya begitu senam sudah selesai, kami langsung minta diri. Setidaknya wajah saya tidak dikenali xixixi...kecuali yang sudah kenal.

Allah saat itu saya malu sekali. Semoga besok tidak ada yang mengingatnya. Bisa-bisa saya tersapu-sapu..xixixixi.

october soundtrack :)


Number One For Me

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you


For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
Number one for me
Now I finally understand
That famous line
About the day I’d face in time
Coz now I have a child of mine
Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kids the way you do
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
Number one for me
There is no one in this world
That can take your place
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted
I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you
Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
Number one for me

Mumtaza



Bismillah,,
Sudah lama nanda ingin menulis tulisan ini untuk ummi dan abi. Sungguh hati nanda teriris ketika menulis tulisan ini. Tulisan yang menurut nanda sangat penting untuk nanda ingat dalam perjalanan hidup nanda. Nanda hanya ingin bercerita kejadian waktu itu, yang sebelumnya ummi sudah menceritakan dengan panjang lebar runtutan peristiwa itu. Begini ummi cerita pada nanda . . .

                Fajar itu adalah hari yang dinantikan oleh sepasang malaikat tanpa sayap. Untuk menyambut malaikat kecilnya. Hari itu hujan gerimis membasahi bumi ditempat mereka berada. Saat itu abi sedang terburu-buru karena ingin pergi keluar kota untuk urusan dinas. Namun, dengan hati yang tenang dan sabar abi menunggu kabar dari balik sebuah pintu kamar milik bidan Masriah. Tak berapa lama kemudian setelah adzan subuh terdengar pintu itu terbuka. Ada senyuman di wajah bidan itu. Disusul dengan sujud syukur dan air mata bahagia abi. Dari perjuangan panjang sang Bunda  , setelah ia mengucapkan sumpahnya pada Rabb-nya, bayi itu lahir kedunia. Perjuangan lelah, air mata, darah dan nafas tak pernah sama sekali membuat ummi mengeluh. Saat itu ummi percaya bahwa semua rasa sakit yang ummi rasakan akan terbayar dengan bayaran yang tak terhitung. Kalau tidak didunia pasti diakhirat. Sungguh ummi tak berharap apapun, kecuali bayi yang lembut hatinya itu dapat lahir kedunia ini. Bahkan ia rela menyerahkan jiwa dan raganya pada sang Khalik demi bayi itu. Ummi sangat ingin mendengar suara tangisannya. Tangisan itu pecah .Semua peluh kini sudah terbayar, bayi yang dinantikan kini sudah berada dalam pelukannya. Ummi menyentuh pipinya yang halus dan lembut. Hatinya kini telah menyatu dengan malaikat kecilnya. Ada ikatan yang terjalin diantara mereka. Ummi memberinya sebuah kekuatan baru dari air susunya. Bayi itu menikmati tegukan pertamanya.
Allahu Akbar, dari fajar itulah dimulai sejarah sang bayi...
Setelah abi memberikan adzan dan iqamah di kedua telinganya. Abi mengecup kening bayi itu dengan penuh kasih sayang. Sayang abi tak bisa berlama-lama untuk bercengkrama dengan bayi mungilnya. Karena tugas yang harus diembannya.
Alangkah indahnya hari itu. Melalui abi dan ummi, Allah memberinya anugerah. Anugerah sebuah nama. Nama yang singkat . Singkat tapi indah. Indah penuh makna. Amalia Mumtaza . Abi dan ummi berharap bayi itu menjadi seorang perempuan yang shalehah, memiliki akhlak mulia,seorang perempuan yang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang amanah, jujur, fathanah. Menjadi panutan dan teladan minimal untuk anak-anaknya kelak. Menjadi seorang ummi yang dapat mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Menjadi seorang istri yang taat pada suaminya. Menjadikan Asiyah r.a, Aisyah r.a, Fatimah, Ummu Sulaim, dan sahabiyah-sahabiyah lainnya sebagai panutan. Yang rela mempersembahkan jiwa dan raganya demi membela agama Allah, seorang perempuan yang baik budi pekertinya, perempuan yang menjaga izzah dan iffahnya untuk Tuhannya. Dan masih banyak do’a dan harapan yang ummi dan abi panjatkan atas bayi itu.







                Bayi mungil itu pun mulai belajar sedikit demi sedikit untuk duduk, merangkak, berjalan dan akhirnya bisa berlari. Memang membutuhkan waktu yang lama, namun dengan penuh kesabaran ummi mengajarinya secara perlahan. Tak lupa ummi mengajarinya untuk berdo’a, minimal memulai sesuatu dengan membaca basmallah. Ummi mengajarinya banyak hal adab-adab berdo’a, shalat, dan lain-lain. Sedini mungkin ummi mengajari bayi itu untuk menutup aurat. Karena ummi sadar bahwa aurat itu adalah sebuah martabat yang harus dijaga oleh pemiliknya.

                Bayi itu pun kini tumbuh menjadi seorang gadis. Namun entah mengapa seiring dengan perjalanan waktu gadis itu semakin buruk akhlaqnya. Semua do’a-do’a yang pernah diajarkan ia lupa begitu saja. Semua tahfidzul qur’an yang pernah ia hafalkan tak bisa mengingat. Hatinya yang putih kini mulai menghitam, seiring dengan kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Ia mengingkari janjinya pada Tuhan. Bahkan pada malaikat tanpa sayap ia berani membangkang dan durhaka. Sungguh hina ia saat itu. Gadis itu salah bergaul. Ia begitu cepat terpengaruh oleh kawan-kawannya. Tapi sungguh Allah, ummi dan abi memiliki kesabaran dan ketabahan yang sungguh sangat. Dengan penuh kelembutan ummi dan abi tetap membimbing dan meluruskan apa saja hal yang harus diperbaiki. Tapi memang dasar, si gadis tak menggubris semua nasihat dari ummi dan abi. Ia tetap membangkang. Semua nasihat itu seperti angin lalu yang tak berarti apa-apa bagi dirinya. Oh... Allah cara apa yang bisa menyadarkan gadis ini agar mau kembali kepada-Mu. 





                Dan suatu hari, ada kejadian yang tak bisa dilupakan oleh sang gadis. Ia begitu berharap Tuhannya dapat membantu menyelesaikan semua masalah yang dihadapi. Padahal masalah itu begitu kecil. Namun hatinya yang sempit tak bisa mengatasi. Ia berharap dan memohon pada Tuhan dengan penuh kekhusyukan. Ia kembali hanya ketika ada maunya. Ketika do’a yang ia pinta sudah terkabul. Ia pun kembali seperti dulu. Namun dari kejadian demi kejadian ia merasakan indahnya dan nikmatnya hidup bersama Sang Pencipta yang selalu ada disisi. Masalah yang ia hadapi begitu indah dirasa. Hatinya yang kosong dan hampa kini sedikit demi sedikit mulai terisi oleh cahaya keimanan. Namun begitulah iman terkadang naik dan turun. Suatu ketika ia bisa menjadi orang yang baik, dan suatu ketika ia bisa menjadi orang yang paling buruk. Memang begitulah hakikatnya.

                Lagi-lagi sedikit demi sedikit ia mulai mengerti arti kehidupan ini. Semua semu dan hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang dapat mengantarkan kita ke alam akhirat yang kekal abadi. Ia mulai menyadari bahwa semua yang dilakukannya sia-sia tiada guna. Tak ada yang berarti bila ia mengejar dunia. Sesuai fitrahnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah semata. Dari amal-amal ibadah itulah akan diperoleh pahala yang menjadi bekal untuk alam akhirat. Alhamdulillah, sudah ia tekadkan untuk merubah dirinya menjadi insan yang baik. Memang tak ada yang sempurna, selalu saja ada kekurangan yang nampak. Ia terus belajar dari kekurangan itu dan terus memperbaiki diri.

Suatu saat ia bertanya pada sang ummi.
“ ummi, adakah yang ummi inginkan atas diri nanda ?”
Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibirnya .
“ yang paling ummi inginkan didunia ini adalah anak-anak yang shaleh. Tak ada yang lebih berarti bagi ummi daripada itu. Ummi hanya ingin ,kelak diakhirat kita semua bisa berkumpul lagi di surga-Nya Allah.”

Sungguh ummi hati nanda teriris mendengar jawaban yang keluar dari bibir ummi. Nanda tak sanggup untuk mengembannya. Ummi, bagaimana dengan do’a dan harapan ummi abi atas diri nanda ketika Allah memberi nanda anugerah sebuah nama ? jujur nanda tak sanggup untuk melakukannya. Nanda tahu ummi dan abi sadar betul akan hakikat dari anak-anak yang shaleh. Seandainya nanti nanda menjadi orang tua, apalah yang nanda harapkan selain anak-anak yang shaleh shalehah. Oh...ummi Oh...abi. maafkan anakmu yang belum bisa menjadi anak yang shaleh. Namun nanda tetap berusaha semampu nanda untuk menjadi anak yang shaleh.

                Suatu hari ia dituntut untuk mandiri. Menuntut ilmu yang bisa menjadi bekal masa depannya kelak. Sungguh hatinya tak ingin berpisah dengan ummi dan abi. Sebenarnya pun, ia pergi ke tempat itu dengan hati yang setengah enggan dan tak ikhlas. Kerana ia menginginkan tempat yang jauh di pulau sana. Namun lagi-lagi abi mempertimbangkan semua konsekuensinya. Anaknya yang satu ini tak bisa dilepas begitu saja. Jauh dari pantauan orang tua. Apalagi abi sudah tahu tabiat dari anaknya yang satu ini. Yang gampang sekali terpengaruh oleh kawan-kawannya. Abi takut bila disana nanti ia terpengaruh oleh hal yang tidak-tidak. Abi sangat menjaga putri-putrinya dari hal-hal buruk.


To be continued ...

dream







my zauj and my kids (14)

Minggu, 14 Oktober 2012

coretan 3

untuk apa merindui sesuatu yang tidak pasti

Allah punya cara
Allah punya cerita
Allah punya skenario
Allah punya jawaban
Allah Maha Tahu,
Ia pemilik hati,
biarlah Ia yang menyekenariokan
bagaimana nantinya :)

insya Allah suatu saat masa itu pasti akan datang, karena aku percaya akan janji-Mu.
dan semua telah Ia skenariokan dg berbagai cara yang tentunya kita tidak mengetahui.
skenario-Nya mungkin panjang dan berliku, tapi bila kau melewati dengan penuh kesabaran dan keikhlasan...
insya Allah semuanya akan berjalan dengan mudah bahkan ada anugerah2 lain yang mengikutinya...

saba semua akan indah pada waktunya...
waktu yang di tetapkan pun tidak kurang dan tidak lebih....
tepat setepat tepatnya


Ia Maha Tahu dan Maha Sempurna :) :)